/** ukuran gambar di kecil**/

Tuesday, July 21, 2015

Wisata Jam Gadang Bukit tinggi

Pesona Jam Gadang untuk Bukit Tinggi
Mungkin tidak dapat di pisahkan jika bicara tentang Bukit tinggi tanpa Jam Gadang (Jam Besar), karna jam gadang sendiri menjadi ikon bagi Bukit tinggi dan merupakan tujuan utama parawisata lokal maupun macan negara.
Bagi masyarakat Bukit tinggi jam gadang sama seperti Big Ben di kota London, jam gadang sendiri di bangun pada tahun 1926 dan merupakan pemberian Ratu Belanda kepada Rook Maker, sedangkan untuk arsiteknya menara jam gadang sendiri di rancang oleh Yazin Sutan Makungkuto.
Pembiaya pembangunan yang cukup besar di zaman pemerintahan Hindia – Belanda pada waktu itu, sehingga jam gadang menjadi pusat perhatian oleh setiap orang, sehingga jam gadang menjadi titik nol kota Bukit Tinggi.

Jam Gadang sendiri telah mengalami beberapa kali perubahan terhadap menara dari bentuk aslinya, saat pertama di bangun menara berbentuk bulat dengan patung ayam jantan, ketika di masa pendudukan Jepang, menara Jam Gadang di rubah menjadi bentuka Pagoda, setelah masa kemerdekaan menara jam gadang di rubah seperti atap rumah minangkabau.

Jarak Jam Gadang dari Bandara Minangkabau Padang

Jam Gadang yang terletak di Kota Bukit tinggi, jika kita ingin berkunjung melalui kota Padang, jarak tempuh dari Padang ke Bukit tinggi sekitar 96 Km, untuk lama perjalanan tergantung kondisi dalam perjalanan, untuk detail perjalanan dari Padang ke Bukittingi.

Antara Pekan Baru, Medan dan Jam Gadang.

Selain melalui kota Padang, Jam Gadang juga bisa kita datangi melewati dua kota besar di Sumatera, yaitu Medan, dan Pekan Baru, kedua jalur ini cuma tersedia untuk jalur darat. Sedangkan waktu perjalanan cukup memakan banyak waktu, antara Pekan Baru dan Jam Gadang dapat di tempuh dengan waktu 5-6 Jam perjalanan, sedangkan dari Meda bisa 12 jam Perjalanan.

Antara Pekan Baru, Medan dan Jam Gadang.

Pasar Atas, Pasar Lereng, Pasar Bawah.

Pesona yang menambah semakin lengkap untuk berkunjung ke Jam Gadang, salah satunya ialah pusat pasar yang di sebut “Pasar Ateh” (pasar atas), yang merupakan pusat penjualan souvernir, seperti kain tenun,mungkenah, sedangkan untuk kebutuhan kuliner atau makanan kita bisa bergeser sedikit ke bawah, ke Pasar Lereng (pasar dengan jalan menurun), yang masih sekitaran Pasar Ateh, di situ dapat dijumpai berbagai kuliner orang Bukit tinggi, salah satunya Nasi Kapau. sedang untuk kebutuhan dapur seperti bumbu,sayur mayur,buah-buah dan yang lain-lain, kita juga dapat jumpai di Pasar Bawah.

Gunung Merapi dan Singgalang

Dengan Latar belakang pemandagan dua gunung, yaitu Gunung Merapi dan Gunung Singgalang, maka tak akan bosan kita menikmati panorama kedua gunung tersebut.

Hotel dan Penginapan

Untuk hotel atau penginapan lainnya di sekitaran jam gadang cukup banyak tersedia, namun jika kita berkunjung pada hari libur atau akhir minggu, jika tidak di pesan sebelumnya maka kemungkinan kita dapat penginapan yang cukup jauh untuk berjalan kaki dengan Jam Gadang.